https://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/issue/feedJurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)2026-04-04T22:59:44+07:00Yulingga Nanda Haniefyulingganandahanief@gmail.comOpen Journal Systems<p><span id="result_box" class="" lang="en"><span class=""><strong>Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)</strong> is national scientific journals that are open to seeking innovation, creativity, and novelty. <strong>JOPI</strong> is a<em> peer-review journal</em> published by the <strong>Assistant Deputy for Management of Sports Education, Deputy for Sports Cultivation, Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia</strong> . The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. <span class="tlid-translation translation" lang="en"><span class="" title=""><strong>JOPI</strong> published in <strong>March </strong>and<strong> September</strong></span></span> by publishing research results and critical analysis studies in the field of <strong>Sport Education.</strong><br /></span></span></p>https://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/article/view/793Analisis performa teknik dasar futsal tim Kabupaten Wonogiri pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII2026-01-19T07:04:15+07:00Yudha Chandra Wijayayudhac1450@student.uns.ac.idArdiansyah Willy Pembalihardiansyahwilly@student.uns.ac.idNuan Fatika Putranuanputra27@student.uns.ac.idPomo Warih Adipomowarih@staff.uns.ac.idAbdul Aziz Purnomo Shidiqazizps@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis performa teknik dasar futsal pemain Tim Kabupaten Wonogiri pada Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII, meliputi <em>passing, dribbling</em>, dan <em>shooting</em>. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi tidak langsung dengan analisis video tiga pertandingan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis berdasarkan frekuensi serta persentase keberhasilan dan kegagalan teknik. Hasil penelitian menunjukkan passing sebagai teknik paling stabil dengan keberhasilan rata-rata 81,3% (tertinggi 87%). <em>Dribbling</em> mengalami variasi besar akibat tekanan lawan dengan rentang keberhasilan 49%–79%. Sementara itu, <em>shooting</em> bersifat fluktuatif dengan akurasi 34%–54%. Kegagalan <em>shooting</em> tidak hanya disebabkan tembakan melenceng, tetapi juga intervensi blok lawan yang mencapai 34% pada pertandingan tertentu. Simpulan penelitian menegaskan bahwa intensitas kompetisi sangat memengaruhi kualitas teknik pemain, sehingga hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terarah, kontekstual, dan sesuai situasi pertandingan nyata.</p>2026-04-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yudha Chandra Wijaya, Ardiansyah Willy Pembalih, Nuan Fatika Putra, Pomo Warih Adi, Abdul Aziz Purnomo Shidiqhttps://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/article/view/385Nilai pendidikan karakter pada permainan tradisional Gobak Sodor pada mahasiswa Taiwan National Changhua University of Education2025-12-02T13:57:16+07:00Sunanto Sunantoalif30@unusa.ac.idFiftine Salma Arifafiftine.21013@mhs.unesa.ac.idCantika Meyrisqi Arfindacantika.20124@mhs.unesa.ac.idAmrul Huda Fathiramrul.21004@mhs.unesa.ac.id<p>Nilai Pendidikan karakter permainan tradisional Gobak Sodor merupakan salah satunya untuk mempromosikan permainan tradisional Negara Indonesia tingkat internasional yang menjadi sasaranya adalah mahasiswa National Changhua University of Education Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Pendidikan Karakter Pada Permainan Tradisional Gobak Sodor Pada Mahasiswa Taiwan National Changhua University of Education. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data yang berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil sosialisasi dan temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang didapat adalah kerjasama tim, melatih fokus, komunikasi, dan berpikir kreatif serta kritis. Hal ini menunjukkan bahwa permainan tradisional gobak sodor budaya Indonesia mampu menumbuhkan nilai pendidikan karakter kerjasama tim. Simpulan menunjukkan bahwa permainan gobak sodor budaya Indonesia ini mampu menumbuhkan nilai pendidikan karakter kerjasama tim.</p>2026-04-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sunanto Sunanto, Fiftine Salma Arifa, Cantika Meyrisqi Arfinda, Amrul Huda Fathirhttps://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/article/view/493Pembelajaran PJOK pada kelas inklusi fase B: Kondisi di SDN 2 Jungsemi berdasarkan asesmen keterlibatan aktivitas fisik2025-12-02T14:12:20+07:00Ihsanul Hanif Adi Prasetya3hanifprasetya@gmail.comErick Burhaeinerick.burhaein17@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterlibatan aktivitas fisik peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada kelas inklusi fase B. Dengan menggunakan rubrik asesmen keterlibatan, penelitian ini dilakukan pada sejumlah peserta didik dengan berbagai kemampuan fisik di sekolah dasar. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dan pengisian rubrik oleh guru. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei) di SD Negeri 2 Jungsemi dengan menggunakan teknik total sampling, melibatkan seluruh peserta didik fase B dengan disabilitas intelektual (n = 3) yang belajar dalam kelas inklusi bersama 25 peserta didik non-disabilitas. Instrumen penelitian berupa asesmen keterlibatan aktivitas fisik yang telah diuji validitas kontennya berdasarkan teori Gregory oleh dua ahli, yaitu ahli Pendidikan Jasmani Adaptif dan doktor Pendidikan Luar Biasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam aktivitas fisik bervariasi, dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih adaptif dalam pembelajaran PJOK di kelas inklusi untuk memastikan semua peserta didik terlibat aktif dalam aktivitas fisik.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ihsanul Hanif Adi Prasetya, Erick Burhaeinhttps://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/article/view/516Hasil belajar lari jarak pendek melalui pendekatan bermain: Studi komparatif berdasarkan jenis kelamin siswa2025-03-08T16:05:32+07:00Bayu Purnomo Ajibayuaji@mhs.unesa.ac.idSuroto Surotosuroto@unesa.ac.id<p>Kebugaran Siswa Indonesia yang berfungsi untuk mengukur kecepatan memindahkan tubuh dalam waktu yang singkat tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Penelitian ini bertujuan untuk perbandingan perkembangan lari jarak pendek yang di implementasikan pada siswa kelas V dengan pendekatan <em>By.U Fun Zone</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang dilaksanakan dengan dua pertemuan, subyek penelitian ini adalah siswa SDN Manukan Wetan IV yang terdiri dari 13 siswa putra dan 13 siswi putri. Peneliti menghimpun data menggunakan teknik pretest dan posttest yang diukur sesuai dengan norma tes TKSI untuk usia 9-12 tahun. Hasil kondisi siswa sebelum diberikan treatmen <em>By.U Fun Zone </em>memiliki rata-rata 46,93. Setelah diberikan pendekatan bermain maka berkembang menjadi 93,85. Nilai P<0,05 pada siswa putra dan putri termasuk dalam taraf signifikan setelah dilakukan uji T. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah permainan <em>By.U Fun Zone </em>terbukti efektif meningkatkan status kebugaran siswa pada kelas V sekolah dasar.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bayu Purnomo Aji, Suroto Surotohttps://jopi.kemenpora.go.id/index.php/jopi/article/view/642Dampak permainan tradisional terhadap kebugaran jasmani, hubungan sosial, dan motivasi belajar anak sekolah dasar: Studi tinjauan pustaka2026-04-04T22:59:44+07:00Dixon E. M. Taek Betedixontaek45@gmail.comAndry Akhiruyanto andryakhiruyanto@mail.unnes.ac.idAristiyanto Aristiyantoaristiyanto@unw.ac.idGuntur Ratih Prestifa Herdinataratihprestifa@unw.ac.idFredy Eko Setiawanfredy@unw.ac.idMuhammad Syalehmsyaleh3@gmail.com<p>Di era digital, anak-anak semakin sering terlibat dalam aktivitas berbasis layar daripada permainan tradisional, yang mungkin berkontribusi terhadap menurunnya kebugaran fisik, melemahnya hubungan sosial, dan berkurangnya motivasi belajar. Permainan tradisional, sebagai bagian dari warisan budaya, menawarkan manfaat potensial untuk mengatasi masalah-masalah ini melalui perkembangan anak yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara sistematis dampak permainan tradisional terhadap kebugaran fisik, hubungan sosial, dan motivasi belajar di kalangan siswa sekolah dasar. Pendekatan tinjauan literatur digunakan. Proses penelitian meliputi: (1) mendefinisikan fokus studi dan pertanyaan penelitian; (2) melakukan pencarian sistematis di berbagai basis data <em>(Google Scholar, Wiley, Scopus, dan Springer)</em> menggunakan kata kunci “<em>traditional games</em>,” “<em>physical fitness</em>,” “<em>social relationships</em>,” dan “<em>children’s learning motivation</em>”; (3) mengidentifikasi 242 catatan awal (<em>Google Scholar</em> = 121, <em>Wiley</em> = 19, <em>Scopus</em> = 76, <em>Springer</em> = 26); (4) penyaringan dan penilaian kelayakan, yang menghasilkan 25 artikel relevan; dan (5) inklusi akhir 8 studi untuk analisis mendalam. Data dikelola dan dianalisis menggunakan <em>Publish or Perish</em> dan <em>Mendeley</em>. Temuan menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan anak-anak. Sekitar 78% peserta menunjukkan peningkatan dalam keterampilan motorik dan kebugaran fisik, dengan aktivitas fisik harian mencapai hingga 120 menit. Selain itu, 82% anak-anak melaporkan peningkatan keterikatan sosial, termasuk peningkatan komunikasi, kolaborasi, dan pemahaman emosional, serta berkurangnya kecemasan sosial. Permainan tradisional juga meningkatkan motivasi belajar hingga 30% dan meningkatkan prestasi akademik sekitar 15% dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Kesimpulannya, permainan tradisional berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan fisik, sosial, dan kognitif anak-anak. Mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan jasmani sangat direkomendasikan untuk mendukung perkembangan holistik, melestarikan nilai-nilai budaya, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dixon E. M. Taek Bete, Andry Akhiruyanto , Aristiyanto Aristiyanto, Guntur Ratih Prestifa Herdinata, Fredy Eko Setiawan, Muhammad Syaleh